Mengintip Balikpapan City Trans: Uji Coba Layanan Angkutan BTS yang Menjanjikan.
Pada tanggal 1 Juli 2024, Balikpapan resmi memulai uji coba layanan angkutan perkotaan dengan skema Buy The Service (BTS) melalui proyek Balikpapan
City Trans. Langkah ini dilakukan setelah penandatanganan MoU antara Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Kota Balikpapan. Ini merupakan langkah strategis dalam menjawab amanat UU Lalu Lintas No. 22 Tahun 2009, yang menuntut pemerintah untuk hadir dalam menciptakan moda transportasi massal yang murah, nyaman, aman, bersih, dan sehat.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Irjen Pol Risyapudin Nursin, menggarisbawahi pentingnya kehadiran pemerintah dalam mewujudkan sistem transportasi yang memadai di tengah perkembangan urbanisasi yang pesat, terutama seiring dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN). Uji coba ini diharapkan tidak hanya sukses sebagai alternatif transportasi massal, tetapi juga mampu mengantisipasi kebutuhan mobilitas yang semakin meningkat di Kota Balikpapan.
Layanan Balikpapan City Trans, yang mulai beroperasi efektif pada Senin, 8 Juli 2024, menawarkan dua koridor utama. Koridor pertama mencakup rute dari Pelabuhan Semayang ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, sementara koridor kedua berjalan dari Terminal Batu Ampar melalui Jalan Ahmad Yani dan MT Haryono, kembali ke Terminal Batu Ampar. Dengan total jarak mencapai 26,6 kilometer untuk koridor pertama dan 20,6 kilometer untuk koridor kedua, layanan ini diharapkan mampu menghubungkan titik-titik vital kota dengan efisiensi dan kenyamanan.
Setiap bus dalam Balikpapan City Trans telah dilengkapi dengan teknologi canggih, termasuk AC, mesin tap on, CCTV, serta teknologi pemantauan (bus tracking) untuk memastikan keakuratan jadwal dan layanan yang tepat waktu. Meskipun pada tahap awal tidak dikenakan tarif selama tiga tahun, pengguna tetap diwajibkan menggunakan uang elektronik melalui mesin tap on yang tersedia di setiap bus.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Adwar Skenda, menjelaskan bahwa penetapan tarif akan mengikuti hasil kajian tentang kemampuan masyarakat untuk membayar (ability to pay) dan keinginan mereka untuk membayar (willingness to pay). Ini menjadi langkah strategis untuk memastikan layanan yang berkelanjutan dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Uji coba Balikpapan City Trans tidak hanya menandai langkah progresif dalam pengembangan infrastruktur transportasi, tetapi juga sebagai contoh nyata komitmen pemerintah dalam memajukan kualitas hidup warganya. Dengan implementasi BTS, diharapkan Balikpapan dapat menetapkan standar baru dalam mobilitas perkotaan yang ramah lingkungan dan efisien.



